Metode 105
Tes kontrol posisi sudut
1. Tujuan Tes
Mendeteksi pengulangan, akurasi, dan resolusi sistem kontrol posisi sudut meja putar.
2. Instrumen tes
Perangkat tampilan digital terverifikasi untuk sistem pengukuran posisi sudut poros terukur.
3. Uji Kondisi Lingkungan
Suhu sekitar: 20±2℃ (untuk akurasi lebih tinggi dari ±2”);
20±3℃ (untuk akurasi lebih tinggi dari ±5”);
Kelembaban relatif: ≤70%;
Persyaratan isolasi getaran: Meja putar yang diuji harus ditempatkan di atas fondasi isolasi getaran, tanpa getaran atau benturan keras di sekitarnya;
Persyaratan medan elektromagnetik: Seharusnya tidak ada interferensi elektromagnetik yang kuat di sekitar lokasi pengujian.
4. Metode Tes
Ketika meja putar berada dalam mode kontrol otomatis posisi sudut, sumbu meja putar secara otomatis diputar ke posisi sudut yang telah ditentukan dengan perintah posisi yang diberikan.
4.1 Uji pengulangan dan akurasi kontrol posisi sudut
Secara berurutan mengeluarkan perintah posisi sudut untuk sudut θi = i × 360°/7 , menyebabkan meja putar berputar satu putaran baik dalam arah maju maupun mundur. Setelah sistem stabil pada setiap posisi, nilai tampilan digital dari sistem pengukuran posisi sudut dibaca. Pembacaan dicatat sebagai 11 , ..., a 17 , a21, ..., a27
4.2 Resolusi kontrol posisi sudut
Sumbu yang diukur berada dalam status kontrol posisi sudut dan diposisikan pada posisi sudut mana pun. Catat nilai tampilan digital d1 dari sistem pengukuran posisi sudut sumbu yang diukur. Setara perintah posisi minimum diberikan oleh sistem kontrol posisi sudut meja putar, dan mencatat nilai tampilan digital d2 dari sistem pengukuran posisi sudut.
5. Pengolahan Data dan Evaluasi Hasil
5.1 Pengulangan kontrol posisi sudut
5.1.1 Pengolahan Data
Dalam rumus: e1.i — Selisih antara nilai terukur dari titik uji yang berdekatan ketika poros terukur berputar ke depan, (");
e2.i — Perbedaan antara nilai terukur dari titik uji yang berdekatan ketika poros terukur diputar terbalik, (").
N—Jumlah titik pengukuran posisi.
5.2 Akurasi kontrol posisi sudut
5.2.1 Pengolahan Data
Dalam rumus: Uα0 — akurasi kontrol posisi sudut ketika sumbu yang diukur berputar ke depan, (");
U 2α0 — Akurasi kontrol posisi sudut ketika sumbu yang diukur berputar terbalik, (").
5.2.2 Evaluasi Hasil
Akurasi kendali posisi sudut merupakan nilai maksimum antara U1 α0i dan U2 α0i .
Metode 105
Tes kontrol posisi sudut
1. Tujuan Tes
Mendeteksi pengulangan, akurasi, dan resolusi sistem kontrol posisi sudut meja putar.
2. Instrumen tes
Perangkat tampilan digital terverifikasi untuk sistem pengukuran posisi sudut poros terukur.
3. Uji Kondisi Lingkungan
Suhu sekitar: 20±2℃ (untuk akurasi lebih tinggi dari ±2”);
20±3℃ (untuk akurasi lebih tinggi dari ±5”);
Kelembaban relatif: ≤70%;
Persyaratan isolasi getaran: Meja putar yang diuji harus ditempatkan di atas fondasi isolasi getaran, tanpa getaran atau benturan keras di sekitarnya;
Persyaratan medan elektromagnetik: Seharusnya tidak ada interferensi elektromagnetik yang kuat di sekitar lokasi pengujian.
4. Metode Tes
Ketika meja putar berada dalam mode kontrol otomatis posisi sudut, sumbu meja putar secara otomatis diputar ke posisi sudut yang telah ditentukan dengan perintah posisi yang diberikan.
4.1 Uji pengulangan dan akurasi kontrol posisi sudut
Secara berurutan mengeluarkan perintah posisi sudut untuk sudut θi = i × 360°/7 , menyebabkan meja putar berputar satu putaran baik dalam arah maju maupun mundur. Setelah sistem stabil pada setiap posisi, nilai tampilan digital dari sistem pengukuran posisi sudut dibaca. Pembacaan dicatat sebagai 11 , ..., a 17 , a21, ..., a27
4.2 Resolusi kontrol posisi sudut
Sumbu yang diukur berada dalam status kontrol posisi sudut dan diposisikan pada posisi sudut mana pun. Catat nilai tampilan digital d1 dari sistem pengukuran posisi sudut sumbu yang diukur. Setara perintah posisi minimum diberikan oleh sistem kontrol posisi sudut meja putar, dan mencatat nilai tampilan digital d2 dari sistem pengukuran posisi sudut.
5. Pengolahan Data dan Evaluasi Hasil
5.1 Pengulangan kontrol posisi sudut
5.1.1 Pengolahan Data
Dalam rumus: e1.i — Selisih antara nilai terukur dari titik uji yang berdekatan ketika poros terukur berputar ke depan, (");
e2.i — Perbedaan antara nilai terukur dari titik uji yang berdekatan ketika poros terukur diputar terbalik, (").
N—Jumlah titik pengukuran posisi.
5.2 Akurasi kontrol posisi sudut
5.2.1 Pengolahan Data
Dalam rumus: Uα0 — akurasi kontrol posisi sudut ketika sumbu yang diukur berputar ke depan, (");
U 2α0 — Akurasi kontrol posisi sudut ketika sumbu yang diukur berputar terbalik, (").
5.2.2 Evaluasi Hasil
Akurasi kendali posisi sudut merupakan nilai maksimum antara U1 α0i dan U2 α0i .