Uji tegak lurus sumbu
1. Tujuan Tes:
Deteksi tegak lurus dua sumbu ortogonal.
2. Instrumen Tes:
Autokolimator fotolistrik (selanjutnya disebut tabung optik), resolusi tidak kurang dari 0,1"; Cermin bidang.
3. Uji Kondisi Lingkungan
Suhu sekitar: 20±2℃;
Kelembaban relatif: ≤70%;
Persyaratan isolasi getaran: Meja putar yang diuji harus ditempatkan di atas fondasi isolasi getaran, tanpa getaran atau benturan yang parah di area sekitarnya.
4. Metode Tes
Sudut kesalahan tegak lurus θ dari dua sumbu rotasi ortogonal 1 dan 2 ditunjukkan pada Gambar 103-1a.
![]()
Gambar 103-1
Jika sumbu 1 diputar 180° mengelilingi sumbu 2, sumbu 1 akan berubah dari posisi A0A0'ke A1A1'. Sudut antarasumbu sebelum dansetelahrotasi dapat digunakan untuk mendapatkan dua kali sudut kesalahan vertikal2θ ,seperti yang ditunjukkan pada Gambar 103-1b.
4.1 Tegak lurus sumbu rotasi
Pasang reflektor dua sisi (harus ada jalur optik melalui lubang di dalam poros) di salah satu ujung poros1diukur, atau memasang cermin datar I dan cermin datarII pada setiap ujung poros. Tabung lampu berada pada posisi horizontal dan sejajar dengan salah satu ujung poros1, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 103-2.
![]()
Gambar 103-2
Sesuaikan cerminSAYADanIItegak lurus terhadap sumbu 1. Pertama, sejajarkan tabung cahaya dengan cermin I dan catat pembacaan horizontal θ11. Kemudian, putar sumbu 1 360° dengan interval 45° dan catat pembacaan θ12,..., θ18. Selanjutnya, putar sumbu 2 180° dan catat pembacaan horizontal θ'11bila tabung cahaya sejajar dengan cermin I (cermin dua sisi) atau cermin II (cermin satu sisi).Kemudian , putar sumbu 1 360° dengan interval 45°dan catat pembacaan θ'12,...,θ'18.
4.2 Rata-rata tegak lurus sumbu
Ada dua kondisi kerja untuk dua sumbu rotasi meja putar yang berdekatan: satu adalah bahwa satu sumbu vertikal dan yang lainnya horizontal, dan yang lainnya adalah kedua sumbu horizontal. Metode pengujiannya sama. Metode ini diilustrasikan menggunakan keadaan kerja dimana kedua sumbu horizontal sebagai contoh.
A.Pasang cermin datar dua sisi (dengan jalur optik melalui lubang di dalam poros) di salah satu ujung poros1sedang diukur, atau pasang cermin datar pada masing-masing ujung poros 1 dan cermin datar pada salah satu ujung poros 2. Pasang dua tabung optik di sepanjang kedua sumbu, pastikan poros 1, poros 2, tabung optikSAYA, dan tabung optikIIbersifat horisontal. Sesuaikan kaca spion datar agar bercerminSAYADanIItegak lurus terhadap sumbu 1, dan cerminAKU AKU AKUtegak lurus terhadap sumbu 2, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 103-3.
![]()
Angka103-3
Sejajarkan tabung lampu I dengan cermin 1 dan tabung lampu II dengan cermin III. Catat pembacaan horizontal tabung cahaya I dan II: θ1.1 dan θ2.1. Perbaiki sumbu 2 dan putar sumbu 1 360° dengan interval 5° mulai dari θ1.1. Catat pembacaan tabung cahaya I yang sesuai: θ1.2, ..., θ1.72.
Putar sumbu 2 sebesar180° sehingga cermin II sejajar dengan tabung cahaya I. Catat hasil pembacaan tabung cahaya I sebagai θ'1.1 dan tabung cahaya II sebagai θ'2.37. Perbaiki sumbu 2 dan putar sumbu 1 360° dengan interval 5° dimulai dari θ'1.1. Catat pembacaan tabung cahaya I yang sesuai sebagai berikut: θ'1.2, ..., θ'1.72.
Putar sumbu 2 sebesar 180° sehingga cermin I sejajar dengan tabung cahaya I. Atur sumbu 1 sehingga pembacaan tabung cahaya I adalah θ1.1. Sesuaikan sumbu 2 sehingga pembacaan tabung cahaya II adalah θ2.1. Perbaiki sumbu 1 dan putar sumbu 2 360° dengan interval 5, dimulai dari θ2.1. Catat pembacaan tabung cahaya II yang sesuai sebagai θ2.2,…, θ2.72.
B.Saat aktifSumbu e vertikal dan sumbu lainnya horizontal, misalkan sumbu horizontal menjadi sumbu 1 dan sumbu vertikal menjadi sumbu 2. Saat menentukan arah pengukuran sudut kemiringan sumbu2diukur, perlu diperhatikan bahwa arah pengukuran sudut kemiringan tabung optiknya harus sejajar dengan sumbu 1.
5. Pengolahan Data dan Evaluasi Hasil
5.1 Tegak lurus sumbu rotasi
5.1.1 Pengolahan Data
Hitung tegak lurus sumbu 2 terhadap sumbu 1 pada empat posisi relatif.
Dalam rumus: V¹₁₂ — tegak lurus kedua sumbu rotasi sumbu 2 dan sumbu 1 pada posisi relatif θ1.1 dan θ1.5, (");
V²₁₂—Ketegak lurusan kedua sumbu rotasi sumbu 2 dan sumbu 1 pada posisi relatif θ1.2 dan θ1.6, (");
V³₁₂ — Tegak lurus dua sumbu rotasi sumbu 2 dan sumbu 1 pada posisi relatif θ1.3 dan θ1.7, (");
V⁴₁₂ —- Tegak lurus dua sumbu rotasi sumbu 2 dan sumbu 1 pada posisi relatif θ1.4 dan θ1.8, (").
5.1.2 Evaluasi Hasil
Kesalahan tegak lurus sumbu rotasi adalah
![]()
5.2 Rata-rata tegak lurus sumbu
5.2.1 Pengolahan Data
A. Hitung rata-rata horizontalsudut kemiringansudut sumbu.
Dalam rumusnya:
- rata-ratadarisudut kemiringan mendatar sumbu 2, satuan : (");
—Rata-ratadarisudut kemiringan mendatar sumbu 1 bila sumbu 2 adalah θ2.1, (");
—Rata-ratadarisudut kemiringan mendatar sumbu 1 ketika sumbu 2 berada pada θ2.37.
N---- Jumlah titik pengukuran.
B.Hitung sudut kemiringan horizontaldari sumbu 2
Dalam rumus: a₁— Horisontalmemiringkansudut sumbu 2 relatif terhadap sumbu rata-rata ketika sumbu 2 berada pada posisi θ2.1, (");
a₂—— Sudut kemiringan mendatar sumbu 2 relatif terhadap sumbu rata-rata ketika sumbu 2 berada pada posisi θ2.37, (") .
5.2.2 Evaluasi Hasil
Rata-rata tegak lurus sumbu adalah
![]()
Uji tegak lurus sumbu
1. Tujuan Tes:
Deteksi tegak lurus dua sumbu ortogonal.
2. Instrumen Tes:
Autokolimator fotolistrik (selanjutnya disebut tabung optik), resolusi tidak kurang dari 0,1"; Cermin bidang.
3. Uji Kondisi Lingkungan
Suhu sekitar: 20±2℃;
Kelembaban relatif: ≤70%;
Persyaratan isolasi getaran: Meja putar yang diuji harus ditempatkan di atas fondasi isolasi getaran, tanpa getaran atau benturan yang parah di area sekitarnya.
4. Metode Tes
Sudut kesalahan tegak lurus θ dari dua sumbu rotasi ortogonal 1 dan 2 ditunjukkan pada Gambar 103-1a.
![]()
Gambar 103-1
Jika sumbu 1 diputar 180° mengelilingi sumbu 2, sumbu 1 akan berubah dari posisi A0A0'ke A1A1'. Sudut antarasumbu sebelum dansetelahrotasi dapat digunakan untuk mendapatkan dua kali sudut kesalahan vertikal2θ ,seperti yang ditunjukkan pada Gambar 103-1b.
4.1 Tegak lurus sumbu rotasi
Pasang reflektor dua sisi (harus ada jalur optik melalui lubang di dalam poros) di salah satu ujung poros1diukur, atau memasang cermin datar I dan cermin datarII pada setiap ujung poros. Tabung lampu berada pada posisi horizontal dan sejajar dengan salah satu ujung poros1, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 103-2.
![]()
Gambar 103-2
Sesuaikan cerminSAYADanIItegak lurus terhadap sumbu 1. Pertama, sejajarkan tabung cahaya dengan cermin I dan catat pembacaan horizontal θ11. Kemudian, putar sumbu 1 360° dengan interval 45° dan catat pembacaan θ12,..., θ18. Selanjutnya, putar sumbu 2 180° dan catat pembacaan horizontal θ'11bila tabung cahaya sejajar dengan cermin I (cermin dua sisi) atau cermin II (cermin satu sisi).Kemudian , putar sumbu 1 360° dengan interval 45°dan catat pembacaan θ'12,...,θ'18.
4.2 Rata-rata tegak lurus sumbu
Ada dua kondisi kerja untuk dua sumbu rotasi meja putar yang berdekatan: satu adalah bahwa satu sumbu vertikal dan yang lainnya horizontal, dan yang lainnya adalah kedua sumbu horizontal. Metode pengujiannya sama. Metode ini diilustrasikan menggunakan keadaan kerja dimana kedua sumbu horizontal sebagai contoh.
A.Pasang cermin datar dua sisi (dengan jalur optik melalui lubang di dalam poros) di salah satu ujung poros1sedang diukur, atau pasang cermin datar pada masing-masing ujung poros 1 dan cermin datar pada salah satu ujung poros 2. Pasang dua tabung optik di sepanjang kedua sumbu, pastikan poros 1, poros 2, tabung optikSAYA, dan tabung optikIIbersifat horisontal. Sesuaikan kaca spion datar agar bercerminSAYADanIItegak lurus terhadap sumbu 1, dan cerminAKU AKU AKUtegak lurus terhadap sumbu 2, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 103-3.
![]()
Angka103-3
Sejajarkan tabung lampu I dengan cermin 1 dan tabung lampu II dengan cermin III. Catat pembacaan horizontal tabung cahaya I dan II: θ1.1 dan θ2.1. Perbaiki sumbu 2 dan putar sumbu 1 360° dengan interval 5° mulai dari θ1.1. Catat pembacaan tabung cahaya I yang sesuai: θ1.2, ..., θ1.72.
Putar sumbu 2 sebesar180° sehingga cermin II sejajar dengan tabung cahaya I. Catat hasil pembacaan tabung cahaya I sebagai θ'1.1 dan tabung cahaya II sebagai θ'2.37. Perbaiki sumbu 2 dan putar sumbu 1 360° dengan interval 5° dimulai dari θ'1.1. Catat pembacaan tabung cahaya I yang sesuai sebagai berikut: θ'1.2, ..., θ'1.72.
Putar sumbu 2 sebesar 180° sehingga cermin I sejajar dengan tabung cahaya I. Atur sumbu 1 sehingga pembacaan tabung cahaya I adalah θ1.1. Sesuaikan sumbu 2 sehingga pembacaan tabung cahaya II adalah θ2.1. Perbaiki sumbu 1 dan putar sumbu 2 360° dengan interval 5, dimulai dari θ2.1. Catat pembacaan tabung cahaya II yang sesuai sebagai θ2.2,…, θ2.72.
B.Saat aktifSumbu e vertikal dan sumbu lainnya horizontal, misalkan sumbu horizontal menjadi sumbu 1 dan sumbu vertikal menjadi sumbu 2. Saat menentukan arah pengukuran sudut kemiringan sumbu2diukur, perlu diperhatikan bahwa arah pengukuran sudut kemiringan tabung optiknya harus sejajar dengan sumbu 1.
5. Pengolahan Data dan Evaluasi Hasil
5.1 Tegak lurus sumbu rotasi
5.1.1 Pengolahan Data
Hitung tegak lurus sumbu 2 terhadap sumbu 1 pada empat posisi relatif.
Dalam rumus: V¹₁₂ — tegak lurus kedua sumbu rotasi sumbu 2 dan sumbu 1 pada posisi relatif θ1.1 dan θ1.5, (");
V²₁₂—Ketegak lurusan kedua sumbu rotasi sumbu 2 dan sumbu 1 pada posisi relatif θ1.2 dan θ1.6, (");
V³₁₂ — Tegak lurus dua sumbu rotasi sumbu 2 dan sumbu 1 pada posisi relatif θ1.3 dan θ1.7, (");
V⁴₁₂ —- Tegak lurus dua sumbu rotasi sumbu 2 dan sumbu 1 pada posisi relatif θ1.4 dan θ1.8, (").
5.1.2 Evaluasi Hasil
Kesalahan tegak lurus sumbu rotasi adalah
![]()
5.2 Rata-rata tegak lurus sumbu
5.2.1 Pengolahan Data
A. Hitung rata-rata horizontalsudut kemiringansudut sumbu.
Dalam rumusnya:
- rata-ratadarisudut kemiringan mendatar sumbu 2, satuan : (");
—Rata-ratadarisudut kemiringan mendatar sumbu 1 bila sumbu 2 adalah θ2.1, (");
—Rata-ratadarisudut kemiringan mendatar sumbu 1 ketika sumbu 2 berada pada θ2.37.
N---- Jumlah titik pengukuran.
B.Hitung sudut kemiringan horizontaldari sumbu 2
Dalam rumus: a₁— Horisontalmemiringkansudut sumbu 2 relatif terhadap sumbu rata-rata ketika sumbu 2 berada pada posisi θ2.1, (");
a₂—— Sudut kemiringan mendatar sumbu 2 relatif terhadap sumbu rata-rata ketika sumbu 2 berada pada posisi θ2.37, (") .
5.2.2 Evaluasi Hasil
Rata-rata tegak lurus sumbu adalah
![]()